saya sempat vakum menuliskan part 2 ini, kenapa ? karena printer saya rusak, jadi saat saya mencoba transfer paper light ( untuk kaos putih ) keluaran Neenah, sempat menggulung didalam fuser tapi bisa saya tarik dan kembali normal, tapi begitu saya coba merk  forever yang light hasilnya menggulung dan Voila…erorr 🙂 service call 980 artinya fuser bermasalah, akhirnya printer harus masuk UGD dulu jadi vakum beberapa minggu menunggu printernya kembali sehat 🙂

problem rusak

seorang teman pernah mengatakan bahwa hadirnya transfer paper self weeding akan menggusur DTG dan metode transfer paper lainnya, dikarenakan kemudahan dan hasil yang ditawarkan oleh transfer paper self weeding ,awalnya saya juga berpikir demikian setelah melihat puluhan video diyoutube tentang transfer paper self weeding ini, dan saya cukup penasaran 🙂 , akhirnya saya membeli 2 unit printer OKI ( LED printer ) karena printer LED dari OKI sangat direkomendasikan bila memakai metode transer paper self weeding dibandingkan dengan laser printer, walaupun sama sama memakai system toner namun bisa saya pastikan hasilnya cukup jauh berbeda, untuk transfer saya mencoba beberapa merk transfer paper, yaitu dari Forever Germany ( versi lama dan Generasi terbaru yang sudah transparan ) lalu brand image clip dari Neenah

Transfer paper Self weeding merk apapun terdiri dari 2 bagian yaitu A ( imaging sheet ) adalah kertas yang dipakai untuk mencetak dan bagian B yaitu transfer sheet yang mengandung lapisan opaque, dan bagian ini akan menempel diarea yang terkena toner dibagian A, hmm bingung ??? biar jelas lihat saja video yang saya buat :), jangan lupa disetting kualitas HD agar terlihat lebih jelas,

cukup jelas bukan ?, namun transfer paper ini sendiri bukan tanpa kelemahan, selain harga printernya yang cukup mahal telah saya jabarkan di tulisan pertama saya dan berikut beberapa hal yang tidak pernah diungkap oleh para penjual transfer paper self weed,

  • Tidak tahan panas, saya jamin gambar akan langsung rusak apabila terkena panas setrika secara langsung, persis sama dengan 3G opaque
  • terasa cukup tebal, mengapa ? karena terdiri dari 2 lapisan yaitu toner + opaque layer, karena itu tidak tahan panas dan cukup tebal oleh karena itu jangan membuat gambar yang kotak karena terasa sangat tebal ( lagian buat apa investasi mahal mahal kalau bikin design kotak, mending pakai transfer paper 3G opaque yang kami jual he…hehe )
  • area yang tonernya tidak jelas dijamin gagal, seperti warna hijau muda, merah muda kuning muda, kenapa ? karena toner yang menempel tidak cukup untuk melepas lapisan opaque dari sheet B, karena toner ibarat lem yang akan menarik keluar lapisan opaque, jadi sangat disarankan untuk menempelkan lagi toner putih pada bagian yang berwarna terang
  • untuk metode yang saya lakukan yaitu 2 printer dengan warna putih dan standard CMYK akan sangat sulit bila mendapatkan gambar dengan gradasi atau campuran warna yang bemacam macam, karena printer OKI yang memiliki warna putih sudah dilengkapi dengan program RIP seperti pada DTG, sehingga otomastis akan menyesuaikan toner putih dan CMYK nya

beberapa hasil percobaan saya yang lain :

Percobaan diatas dilakukan dengan menempelkan foil dan flock pada design, lalu flock dan foil akan otomatis menempel pada toner sehingga tidak memerlukan cutting plotter, gambar ini saya ambil setelah 2 bulan pemakaian dan telah dicuci berulang kali, secara durability atau daya tahan lebih kuat flock biasa, namun saya yakin cuting plotter merk manapun tidak akan bisa memotong flock sampai sedetail ini 🙂 dan mulai terlihat toner warna putih dibelakang lapisan flock, mungkin bagusnya toner yang dipakai menggunakan warna merah sesuai dengan warna flock yang digunakan sehingga walaupun flock mulai memudar tetap terlihat seolah olah warna aslinya

namun dengan printer berwarna putih kamu bisa melakukan banyak hal seperti sprinting di kertas berwarna hitam, printing di acrilic atau mug dengan transfer paper khusus untuk hard surface, dan macam macam kretivitas yang lainnya, semoga info dan sharing ini bermanfaat 🙂

Note : tulisan ini tidak bermaksud menjelekan atau menyudutkan merk merk tertentu, namun benar benar berdasarkan hasil trial apa adanya 🙂

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.