YES timnas Indonesia menang 2-1 atas Thailand, selamat untuk Timnas kita, walaupun secara organisasi permainan kita masih dibawah Thailand, tapi dengan determinasi yang tinggi, semangat pantang menyerah dan bantuan doa seluruh masyarakat Indonesia , Timnas berhasil menjungkalkan lawan yang lebih tangguh, sekali lagi selamat untuk Timnas kita

Bicara soal Thailand, saya jadi ingat pengalaman saya beberapa bulan yang lalu ,tepatnya diakhir bulan september, saat itu dikepala saya selalu menempel pertanyaan : kenapa printer yang berbasis ecosolvent atau solvent based , harganya menjulang tinggi ?? mungkin setinggi sepakan Hansamu Yama saat mengamankan bola didaerah penalti 🙂 , nah beruntung  google bisa membantu saya menemukan jawabannya, ternyata HEAD adalah salah satu komponen termahal dari printer ecosolvent, mengenai alasannya mengapa ?  saya tidak tau pasti, mungkin karena manufaturing costnya yang cukup tinggi atau memang margin yang diambil terlalu besar ?? entahlah hanya produsen yang tau 🙂 , nah akhirnya saya balik pertanyaannya, apakah ada printer solvent yang murah ? ternyata jawabnya ada, di USA ada, malaysia juga ada, Thailand ada, dan wah ternyata diindonesia juga ada yang jual, walaupun hanya tintanya saja, yang katanya kompatibel dengan epson desktop rumahan, wah menarik ini pikir saya 🙂

Coba browsing lebih lanjut, ternyata yang dijual didalam negeri belum bisa menunjukan bukti yang valid kalau tintanya bisa bekerja dengan baik tanpa timbul masalah, akhirnya setelah saya mempelajari lebih lanjut , sepertinya yang di thailand cukup menjanjikan, karena ada bukti valid berupa video, dan mereka bisa mencetak langsung pada lembaran vinyl atau bahan plastik lainnya, yang tidak mungkin dilakukan tanpa tinta solvent, dan menariknya mereka menggunakan printer desktop Epson seri L1300,

wah keren juga nih, akhirnya saya coba komunikasi dengan mereka, waduh….lama bener respon nya, mungkin karena bahasa inggris mereka kurang bagus atau memang saya yang kurang jelas bahasanya,terus coba lagi contact via line ( ternyata line lebih populer dibanding whatsapp di negeri gajah putih ini ) , nah mulai ada response walaupun agak  lama, nah karena sudah gak sabar akhirnya saya putuskan untuk langsung berangkat ke bangkok

20160906_195415

Jakarta bangkok via Singapore

Setelah cek lokasi kantornya, langung saja Sekalian saya booking hotel via Traveloka, maksud hati ingin mendarat di Bandara Don muang, agar bisa jalan kaki saja ke Hotel, eh malah ternyata Tiger Air mendarat di Suvarnabumi, jauh banget…., coba naik shuttle bisnya ternyata dilarang,katanya khusus hanya untuk penumpang, akhirnya mau tidak mau harus naik taksi 🙂

akhirnya Sampai dihotel kelas melati dengan kasurnya yang super keras, entahlah kenapa dibuat keras sekali, mungkin baik buat kesehatan atau mungkin hotelnya tidak boleh disalahgunakan untuk hal hal lainnya kalau kasurnya terlalu empuk hehehe , atau mungkin ada alasan lainnya entahlah,  yang pasti setelah perut terisi dengan Tom yum goong , langsung tidur pules….zzzzzzz…zzzz

Sarapan Roti dan ngopi

Setelah sarapan alakadarnya, langsung cari taksi dan segera meluncur ketujuan, setelah berputar putar tidak jelas akhirnya sampai juga dilokasi, sulit dicari keberadaannya karena kantor mereka berada didalam kompleks perumahan, segera saya masuk,, ucapkan Sawadee Kha , lalu segera saya jelaskan maksud dan tujuan saya, datang ke tempat mereka jauh jauh dari indonesia, wah siBos dan karyawannya pada bingung , waduh  bahasa inggrisnya nyampur thai, saya bingung, mereka bingung semua bingung  🙂 , akhirnya kami bisa berkomunikasi dengan bantuan google translate plus bahasa isyarat, setelah ngobrol ngobrol selama hampir 2.5 Jam, akhirnya beberapa hal yang bisa saya tarik kesimpulannya

  • Ecosolvent dikombinasikan dengan printer Epson bisa dan mungkin dilakukan, rekomendasinya minimal L1300 atau lebih baik lagi L1800, minimal dengan ukuran A3 , karena jika menggunakan printer Epson dengan ukuran A4 dipastikan headnya langsung tumbang jika diisi dengan tinta solvent
  • Printer harus sering dipakai, bila tidak dijamin head juga akan segera rusak
  • Dalam jangka waktu 2 minggu ada perawatan berkala, tinta yang berada didalam head harus segera dikeluaran dengan melakukan cleaning besar atau lebih baik dikeluarkan dengan menggunakan suntikan atau disedot, alasannya saya juga kurang paham, tapi katanya kualitas tinta menurun bila terus digunakan, jadi kita harus refill lagi dengan tinta baru, jadi lebih boros karena tinta harus dibuang
  • hasilnya menurut saya kurang bagus dibandingkan dengan yang asli printer ecosolvent, yah wajarlah, harga 10 juta dibandingkan dengan ratusan juta, wajar jika kualitasnya memang berbeda
  • Menurut mereka akan selalu ada kendala, terutama maasalah macet dan hasil print yang yang kurang jelas, jadi Head printer harus sering dicleaning dan dibersihkan, dan untuk kawasan bangkok sendiri mereka menyediakan jasa cleaning head bagi pelanggannya
  • Menurut saya perawatannya hampir sama dengan merawat printer DTG dengan tinta warna putih, so kalau kamu tipe orang yang tidak rajin ,  lupakan saja untuk memiliki printer Epson murah meriah ini

Saya sendiri sudah membeli beberapa botol tinta untuk saya uji coba, tapi sampai tulisan ini dibuat belum saya coba, karena sayang harga printernya sangat mahal hehehe, jadi yang ditunggu sampai ada dananya, so doakan saja agar saya segera bisa mencoba tinta ini, apakah benar benar bisa digunakan atau tidak

tinta yang akan saya uji coba jika sudah ada printernya 🙂

 

 

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.